BENTUK STANDARISASI PENULISAN KARYA ILMIAH

Written By riyadu's blogs on Rabu, 19 Maret 2014 | 19.32



BENTUK STANDARISASI PENULISAN KARYA ILMIAH
1.  PENJELASAN UMUM
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menuangkan pemikiran sesuai standar penulisan jurnal ilmiah. Dengan kegiatan ini diharapkan mampu mengantarkan peserta kepada keterampilan atau kemahiran menulis. Melalui kemahiran tersebut peserta secara runtut mampu menguraikan suatu permasalahan sehingga mendorong perlunya usaha penyelesaian atau pencarian solusi dengan tujuan tertentu, kaitannya dengan usaha yang mungkin telah dilakukan orang lain. Di samping itu peserta disertai dengan kemampuan menguraikan landasan teori  yang terkait dengan permasalahan yang dibahas, serta ketajaman pembahasan dan menganalisis hasil yang telah dilakukan.
Lomba karya tulis ilmiah merupakan wahana mahasiswa dalam berlatih menuliskan ide-ide kreatif sebagai respon intelektual atas persoalan-persoalan aktual yang dihadapi masyarakat. Ide tersebut seyogyanya unik, kreatif dan bermanfaat sehingga idealisasi kampus sebagai pusat solusi dapat menjadi kenyataan. Sebagai intelektual muda, mahasiswa umumnya cenderung pandai mengungkapkan fakta-fakta sosial, namun melalui lomba karya tulis ilmiah ini, level nalar mahasiswa tidak hanya dituntut sampai sebatas mengekspos fakta tetapi justru harus mampu memberi atau menawarkan solusi. Dampak lain yang ingin dicapai melalui program ini ialah adanya diseminasi hasil kegiatan peserta yang mampu memberikan konstribusi terhadap kemajuan ilmu dan teknologi atau manfaat lain bagi masyarakat.

2. PERSYARATAN DAN PETUNJUK PENULISAN KARYA ILMIAH
2.1 Persyaratan Administratif
a)      Peserta adalah mahasiswa perorangan yang sedang aktif dan terdaftar mengikuti pendidikan program S1 atau Diploma di salah satu perguruan tinggi wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
b)     Usulan karya ilmiah diserahkan dalam bentuk softcopy (boleh dalam bentuk CD) dengan format pdf. Foto dan gambar disimpan dalam folder terpisah dalam satu CD. Format gambar yang disarankan adalah JPG, untuk foto bisa berasal dari kamera digital atau dalam bentuk digital menggunakan scanner.
c)      Untuk setiap file yang disertakan, usahakan untuk memberi nama yang menggambarkan isi dari file tersebut.

2.2 Persyaratan Penulisan
a)      Naskah yang pernah memenangkan suatu lomba penulisan ilmiah tidak berhak lagi diajukan sebagai artikel Sayembara Paper.
b)      Naskah ditulis menggunakan aplikasi pengolah kata Microsoft Word. Untuk penyerahan akhir disertai juga dengan format pdf. Penyerahan akhir dibuat dalam bentuk CD atau softcopy.
c)      Naskah ditulis minimal 8 (delapan) dan maksimal 15 (lima belas) halaman termasuk abstrak, daftar pustaka, dan lampiran. Usulan karya ilmiah yang tidak sesuai dengan ketentuan tersebut dinyatakan gugur.
d)     Bahasa Indonesia yang digunakan hendaknya baku dengan tata bahasa dan ejaan yang disempurnakan, sederhana, jelas, satu kesatuan, mengutamakan istilah yang mudah dimengerti, tidak menggunakan singkatan seperti “tdk”, “tsb”, “yg”, “dgn”, “sbb”, “dll”.

2.3 Sifat dan Isi Tulisan
Sifat dan isi karya harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1.      Original
Karya bersifat asli (bukan jiplakan) dan belum pernah dipublikasikan.
2.      Kritis
Karya berisi telaah kritis terhadap suatu permasalahan dan isu mutakhir atau aktual yang didukung oleh argumentasi ilmiah.
3.      Kreatif, Inovatif, dan Aplikatif
a.       Karya berisi gagasan atau ide kreatif dan inovatif yang menawarkan solusi atau mengantisipasi suatu permasalahan yang telah, sedang atau diduga berkembang di masyarakat yang merupakan hasil pemikiran terbuka atau  divergen.
b.      Solusi yang dikemukakan hendaknya memiliki landasan teori yang jelas dan realistis untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata.


4.      Logis dan Sistematis
a.       Tiap langkah penulisan karya dirancang dengan sistematika yang jelas dan runtut.
b.      Tulisan didukung oleh data atau informasi terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan atau dibuktikan kebenarannya.
c.       Pada dasarnya hasil karya memuat unsur-unsur identifikasi masalah, analisis sintesa yang menghasilkan solusi masalah, kesimpulan dan rekomendasi.
d.      Isi tulisan berdasarkan telaah pustaka dan atau hasil pengamatan atau interview, tetapi bukan hasil eksperimental (yaitu penelitian yang memberikan perlakuan pada objek yang diamati).
e.       Materi karya tulis tidak harus sejalan dengan bidang ilmu yang sedang ditekuni para mahasiswa.
5.      Objektif
Tulisan tidak bersifat emosional atau tidak menonjolkan permasalahan subjektif.
6.      Materi Karya Tulis
Materi yang ditulis tidak harus sejalan dengan bidang ilmu yang sedang ditekuni penulis/mahasiswa. Kesempatan ini diberikan kepada mahasiswa yang memiliki ide kreatif dan mampu menuangkannya dalam bentuk tulisan, walaupun yang bersangkutan tidak sedang belajar secara formal di bidang tersebut. Materi karya tulis merupakan isu mutakhir atau aktual.

2.4 Petunjuk Penulisan/Pengetikan
  1. Naskah diketik 1 (satu) spasi pada kertas berukuran A4 dengan font 12, times new roman, jarak pengetikan 4 cm dari samping kiri, 3 cm dari samping kanan, 3 cm dari batas atas dan 3 cm dari batas bawah.
  2. Cara penulisan Bab dan Sub-bab tidak menggunakan sistem numeral, artinya tidak ada penomoran Bab dan Sub-bab. Penulisan bab baru mengikuti bab sebelumnya dengan jarak 18 point antara judul bab dengan baris terakhir bab sebelumnya (tidak berganti halaman baru).
  3. Judul artikel diketik menggunakan huruf besar (capital) dengan font style bold (cetak tebal) dimulai dari sebelah kiri tanpa digaris-bawahi.


  1. Judul Bab diketik menggunakan huruf besar (capital) dengan cetak tebal (font style bold) dimulai dari sebelah kiri tanpa digaris-bawahi.
  2. Judul Sub-bab ditulis dengan cetak tebal (font style bold), dimulai dari sebelah kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (capital), kecuali kata-kata tugas, seperti preposisi (“di”, “ke”, “dari”, “yang”, “antara”, “pada”, “untuk”, “tentang”, “dengan”); kata sambung (“dan”, “atau”, “sejak”, “setelah”, “karena”).
  3. Judul anak sub-bab ditulis dengan cetak miring (font style italic) dimulai dari sebelah kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (capital), kecuali kata-kata tugas, seperti preposisi (“di”, “ke”, “dari”, “yang”, “antara”, “pada”, “untuk”, “tentang”, “dengan”); kata sambung (“dan”, “atau”, “sejak”, “setelah”, “karena”).
  4. Jarak pengetikan antara Bab dan Sub-bab 12 point, antara Sub-bab dan kalimat dibawahnya 6 point.
  5. Alinea baru diketik menjorok ke dalam (diberi indentation) sebanyak 7-8 karakter (sekitar 1,25 cm).
  6. Abstrak dan Daftar Pustaka diketik 1(satu) spasi. Khusus abstrak ditulis menggunakan cetak miring (font style italic). Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
  7. Nama penulis beserta alamat institusinya diketik tepat di bawah judul artikel dengan jarak 6 point.
  8. Bagian kelengkapan administratif yang meliputi halaman judul, nama penulis, halaman pegesahan serta kata pengantar apabila ada, diberi nomor halaman menggunkan angka romawi kecil dan diketik di sebelah kanan bawah (i,ii,iii dan seterusnya).
  9. Bagian utama (naskah artikel) diberi nomor halaman menggunakan angka arab yang dimulai dengan nomor halaman 1 (satu) dan diketik di sebelah kanan atas dengan jarak 3cm dari tepi kanan dan 1,5 cm dari tepi atas.
  10. Tabel diberi judul dengan penomoran tabel sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul tabel ditulis di atas tabel dengan nomor tabel menggunakan angka arab.
  11. Gambar baik dalam bentuk grafik maupun foto diberi judul dengan penomoran gambar sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul gambar ditulis di bawah gambar dengan nomor gambar menggunakan angka arab.


  1. Hindari penggunaan warna dalam gambar, gunakan teknik grayscale untuk mengemulsi warna atau diagram, dan gunakan pola / pattern untuk menggantikan warna dalam grafik garis ataupun diagram.

3. RAMBU-RAMBU PENULISAN
3.1 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan hendaknya berisi rancangan yang teratur sebagai berikut :
3.1.1        Bagian Awal
a.       Halaman Judul
1)      Judul diketik dengan huruf besar, hendaknya ekspresif, sesuai dan tepat dengan masalah yang ditulis dan tidak membuka peluang untuk penafsiran ganda.
2)      Nama penulis dan nomor induk mahasiswa ditulis dengan jelas.
3)      Perguruan tinggi asal ditulis dengan jelas.
4)      Tahun penulisan
b.      Lembar Pengesahan
1)      Lembar pengesahan memuat judul, nama penulis, dan nomor induk.
2)      Lembar pengesahan ditandatangani Dosen Pembimbing dan Pembantu Rektor / Ketua / Direktur Bidang Kemahasiswaan lengkap dengan stempel perguruan tinggi.
3)      Lembar pengesahan diberi tanggal sesuai dengan tanggal pengesahan.
c.       Kata Pengantar
d.      Daftar Isi dan daftar lain yang diperlukan seperti gambar, daftar tabel, dan daftar lampiran
e.       Ringkasan (bukan abstrak) karya tulis disusun maksimum 1 (satu) halaman yang mencerminkan isi keseluruhan karya tulis, mulai dari latar belakang, tujuan, landasan teori yang mendukung, metoda penulisan, pembahasan, kesimpulan dan rekomendasi.



3.1.2        Bagian Inti
a.       Pendahuluan
Bagian Pendahuluan berisi hal-hal sebagai berikut :
1)      Latar Belakang yang berisi uraian tentang alasan mengangkat gagasan menjadi karya tulis (dilengkapi dengan data atau informasi yang mendukung)
2)      Tujuan dan Manfaat yang ingin dicapai.

b.      Gagasan
Uraikan tentang :
1)      Kondisi kekinian pencetus gagasan (diperoleh dari bahan bacaan, wawancara, observasi, imajinasi yang relevan)
2)      Solusi yang pernah ditawarkan atau diterapkan sebelumnya untuk memperbaiki melalui gagasan yang diajukan
3)      Pihak-pihak yang dipertimbangkan dapat membantu mengimplementasikan gagasan sehingga tujuan atau perbaikan yang diharapkan dapat tercapai.
c.       Kesimpulan
1)      Gagasan yang diajukan
2)      Teknik implementasi yang akan dilakukan
3)      Prediksi hasil yang akan diperoleh (manfaat dan dampak gagasan).

3.1.3        Bagian Akhir
a.       Daftar Pustaka ditulis untuk memberi informasi sehingga pembaca dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan.
b.      Daftar Riwayat Hidup (biodata atau curriculum vitae) peserta mencakup :
·         Nama lengkap
·         Tempat dan tanggal lahir
·         Karya-karya ilmiah yang pernah dibuat
·         Penghargaaan-penghargaan ilmiah yang pernah diraih.
c.       Lampiran jika diperlukan, seperti : foto / dokumentasi, data dan informasi lainnya yang mendukung isi tulisan.



3.2 Format dan Struktur Penulisan
a.      Format Kulit Muka
FORMAT KULIT MUKA KARYA TULIS ILMIAH
(Kertas cover buffalo, soft cover, ukuran A4, tanpa cover plastik)





Oval: LOGO PERGURUAN TINGGI
 








(JUDUL USULAN KARYA TULIS ILMIAH)
Diusulkan oleh
………………………








NAMA PERGURUAN TINGGI
KOTA
TAHUN





b.      Format Halaman Pengesahan

FORMAT HALAMAN PENGESAHAN KARYA TULIS ILMIAH
1.      Judul                                       :
2.      Bidang                                                :
3.      Penulis                                     :
a.       Nama Lengkap                  :
b.      NIM                                  :
c.       Fakultas/Jurusan                :
d.      Nama Perguruan Tinggi    :
e.       Alamat Rumah                  :
f.       No. Telp./Hp                     :
g.      Alamat email                     :
4.      Dosen Pendamping                 :          
a.       Nama Lengkap dan Gelar :
b.      NIP                                   :
c.       Alamat Rumah                  :
d.      No. Telp/Hp                      :

Kota, Tanggal-Bulan-Tahun
Menyetujui
Ketua Jurusan/Program Studi/Departemen/                                                    Penulis
Pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa


(________________________________)                                          (________________)
NIP.                                                                                                    NIM.

Pembantu atau Wakil Rektor Bidang                                                             Dosen Pendamping
Kemahasiswaan/Direktur Politeknik/
Ketua Sekolah Tinggi,


(______________________________)                                             (_______________)
NIP.                                                                                                    NIP.                                                                                                   


c.       Struktur Penulisan
Struktur penulisan karya tulis ilmiah terdiri dari komponen berikut
I.                   JUDUL
II.                NAMA PENULIS (termasuk alamat/nama institusi)
III.             ABSTRAK (Latar Belakang, Tujuan, Metode, Hasil, Kesimpulan, Kata Kunci)
IV.             PENDAHULUAN (Persoalan yang mendasari pelaksanaan, Uraian dasar-dasar keilmuan yang mendukung, Kemutakhiran substansi pekerjaan)
V.                TUJUAN (Menemukan teknik/konsep/metode sebagai jawab atas persoalan)
VI.             METODE (Kesesuaian dengan Persoalan yang akan diselesaikan, Pengembangan metode baru, Penggunaan metode yang sudah ada)
VII.          HASIL DAN PEMBAHASAN (Kumpulan dan kejelasan penampilan data, Proses/teknik pengolahan data, Ketajaman analisis dan sintesis data, Perbandingan hasil dengan hipotesis atau hasil sejenis sebelumnya)
VIII.       KESIMPULAN (Tingkat ketercapaian hasil dengan tujuan)
IX.             DAFTAR PUSTAKA (Ditulis sesuai dengan peraturan Harvard style)

·         Penjelasan Struktur Penulisan


JUDUL
Judul tulisan hendaknya menggambarkan isi pokok tulisan secara ringkas dan jelas.
NAMA PENULIS
Nama-nama penulis dituliskan tepat dibawah judul, disertai dengan alamat, institusi penulis, serta catatan kaki untuk penulis korespondensi.
ABSTRAK
Abstrak berisi tidak lebih dari 250 kata dan merupakan intisari seluruh tulisan yang meliputi: latar belakang, tujuan, metode, hasil dan kesimpulan. Di bawah abstrak disertakan 3-5 kata kunci (key words. Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.
PENDAHULUAN
Pendahuluan merupakan gambaran umum dari observasi awal dan fenomena mengenai topik yang diangkat. Latar belakang, rumusan, tujuan dari kegiatan (penelitian, pengabdiab, atau yang lainnya) serta manfaat untuk waktu yang akan datang ditunjukkan dalam pendahuluan. Dengan merujuk dari berbagai sumber pustaka, pandangan singkat dari para penulis/peneliti lain yang pernah melakukan pembahasan topik terkait dapat dikemukakan di sini untuk menerangkan kemutakhiran substansi pekerjaan.
METODE
Secara umum, metode berisi tentang bagaimana observasi dilakukan termasuk waktu, lama, dan tempat dilakukannya observasi, bahan dan alat yang digunakan, metode untuk memperoleh data/informasi, serta cara pengolahan data dan analisis yang dilakukan. Metode harus dijelaskan secara lengkap agar peneliti lain dapat melakukan uji coba ulang. Acuan (referensi) diberikan pada metode yang kurang dikenal.
Judul dari bab ini untuk kegiatan penelitian dapat diganti dengan Metode Penelitian atau Bahan dan Metode, namun dapat diberi judul lain bergantung pada kegiatan dan metodologi yang telah dilakukan sehingga penulis diberi kebebasan untuk memberi judul lain seperti Pendekatan Teoritik atau Konsideran Percobaan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Bagian ini menjelaskan tentang apa saja yang diperoleh dari observasi. Data dapat diringkas dalam bentuk tabel dan gambar. Tidak ada spekulasi dan interpretasi dalam bagian ini, yang ada hanya fakta. Umumnya berisi uraian observasi yang telah dilakukan, terutama dalam konteks yang berhubungan dengan apa yang pernah dilakukan oleh orang lain. Interpretasi dan ketajaman analisis dari penulis terhadap hasil yang diperoleh dikemukakan di sini, termasuk pembahasan tentang pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari hasil observasi serta dugaan ilmiah yang dapat bermanfaat untuk kelanjutan bagi penelitian mendatang. Pemecahan masalah yang berhasil dilakukan, perbedaan dan persamaan dari hasil pengamatan terhadap informasi yang ditemukan dalam berbagai pustaka (penelitian terdahulu) perlu mendapatkan catatan disini.
Hasil dan pembahasan hendaknya menjadi satu kesatuan, dan tidak dipisah menjadi sub-bab sendiri.
KESIMPULAN
Kesimpulan merupakan bagian akhir tulisan yang membawa pembaca keluar dari pembahasan. Secara umum kesimpulan menunjukkan jawaban atas tujuan yang telah dikemukakan dalam pendahuluan.
UCAPAN TERIMA KASIH
 Apabila memang ada pihak yang telah membantu dalam kegiatan yang dilakukan, maka ucapan terima kasih dapat disampaikan di sini.
DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka berisi informasi tentang sumber pustaka yang telah dirujuk dalam tubuh tulisan. Untuk setiap pustaka yang dirujuk dalam naskah harus muncul dalam daftar pustaka, begitu juga sebaliknya setiap pustaka yang muncul dalam daftar pustaka harus pernah dirujuk dalam tubuh tulisan.
Format perujukan pustaka mengikuti Hardvard style.


·         Penulisan Daftar Pustaka Sistem Hardvard (author-date-style)
System Hardvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi dengan urutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis. Publikasi dari penulis yang sama dan dalam tahun yang sama ditulis dengan cara menambahkan huruf a, b, atau c dan seterusnya tepat dibelakang tahun publikasi (baik penulisan dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam naskah tulisan). Alamat internet ditulis menggunakan huruf italic (cetak miring). Terdapat banyak varian dari system Hardvard yang digunakan dalam berbagai jurnal didunia.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka:
Buller H, Hoggart K. 1994a. New drugs for acute respiratory distress syndrome. New England J Med 337(6): 435-439.
Buller H, Hoggart K. 1994b. the social integration of British home owners into rench rural communities. J Rural Studies 10(2):197-210.
Dower m. 1997. Planning aspects of second homes. di dalam Coppock JT (ed.), second Homes:cures or Blessing?Oxford: Pergamon Pr. Hlm 210-237.
Grinspoon L, Bakalar JB. 1993. Marijuana:the Forbidden Medicine. London: Yale Univ Press.

Contoh melakukan perujukan sumber pustaka dalaam naskah tulisan :
“Smith (1983) menemukan bahwa tumbuhan pengikat N dapat diinfeksi oleh beberapa spesies Rhizobium yang berbeda”.
“Integrasi vertical system ranati pasokan dapat menghemat total biaya distribusi antara 15 % samapai 25 % (Smith, 1949, Bond et al.,1955, Jones dan Green, 1963).”
“Walaupun keberadaan Rhizobium normalnya mampu meningkatkan pertumbuhan kacang-kacangan (Nguyen, 1987), namun telah didapat pula hasil yang berbeda bahkan berlawanan (Washington, 1999).”



4 PENILAIAN DAN PENGHARGAAN
4.1 Kriteria Penilaian
·         KRITERIA PENILAIAN TAHAP I (NASKAH)
No.
Kriteria Penilaian
Bobot
Skor
Nilai
(Bobot x Skor)
1.
Format Naskah:
·      Tata tulis : ukuran kertas, tipografi, kerapihan ketik, tata letak, jumlah halaman.
·      Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
·      Kesesuaian format penulisan yang tercantum di panduan.
10


2.
Kreativitas Gagasan:
·         Kreatif, inovatif, keunikan dan bermanfaat bagi masyarakat.
·         Keaslian gagasan.
·         Kejelasan pengungkapan ide, sistematika pengungkapan ide.
25


3.
Topik yang Dikemukakan:
·         Kesesuaian judul dengan tema, topik, dan isi karya tulis.
·         Aktualitas topik dan fokus analisis yang dipilih.
10


4.
Data dan Sumber Informasi:
·         Kesesuaian sumber informasi dengan gagasan yang ditawarkan.
·         Akurasi, integrasi dan aktualisasi data dan informasi.
15


5.
Analisis – Sintesis dan Kesimpulan:
·         Kemampuan menganalisis dan mensintesis.
·         Kemampuan menyimpulkan.
·         Kemampuan memprediksi dan mentransfer gagasan untuk dapat diadopsi atau hasil implementasi gagasan.
40
(20)

(10)
(10)


Total
100


Persentase (%) Naskah
60 %






·         KRITERIA PENILAIAN TAHAP II (PRESENTASI)
No.
Kriteria Penilaian
Bobot
Skor
Nilai
(Bobot x Skor)
1.
Pemaparan:
·      Sitematika penyajian dan isi.
·      Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
·      Cara dan sikap presentasi.
·      Ketepatan waktu.
20


2.
Gagasan
·         Kreatif, inovatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
·         Kelayakan implementasi.
50


3.
Diskusi:
·         Tingkat pemahaman gagasan.
·         Menanggapi pertanyaan dengan dengan kritis, terbuka, logis dan tepat.
·         Cara dan sikap menjawab.
30


Total
100


Persentase (%) Presentasi
40 %


           


4.2 Ketentuan Penilaian
1.      Penilaian karya tulis imiah dilakukan oleh tim juri. Adapun kriteria dan jumlah tim juri ditentukan oleh panitia “(Sayembara Paper)”.
2.      Tim juri berjumlah 3 (tiga) orang yang terdiri dari 1 orang juri dari Dinas Pariwisata, 1 orang juri yang berkecimpung di dunia pendidikan sastra dan 1 orang juri dari sebuah media massa. Kombinasi kepakaran juri yang dipilih disesuaikan dengan tema dan topik yang ditentukan oleh pihak penyelenggara.
3.      Setiap tim juri berpedoman pada buku pedoman yang telah dikeluarkan atau diterbitkan oleh Panitia Lomba Karya Tulis Ilmiah.
4.      Peserta akan didiskualifikasi apabila menyerahkan naskah melebihi batas waktu yang telah ditetapkan panitia. Bagi peserta yang berhasil lolos seleksi akan diberikan penghargaan oleh panitia.
5.      Penilaian dilakukan melalui 2 (dua) tahap yaitu :
a.       Tahap I Penilaian Naskah Karya Tulis Ilmiah.
b.      Tahap II Penilaian Presentasi Naskah Karya Tulis Ilmiah.
6.      Seluruh penilaian diserahkan sepenuhnya pada dewan juri dan sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.
7.      Panitia tidak melayani surat-menyurat berkenaan dengan keputusan dewan juri.
8.      Naskah karya tulis ilmiah yang dikirmkan menjadi hak milik panitia.
9.      Ketentuan lain yang belum tercantum dalam aturan perlombaan ini akan ditentukan kemudian.
10.  Naskah karya tulis ilmiah yang dikirmkan menjadi hak milik panitia.

Blog, Updated at: 19.32

0 komentar:

Posting Komentar

Guna Pengembangan Blog ini admin mohon komentarnya_terimakasih.