seminar

Written By riyadu's blogs on Rabu, 19 Maret 2014 | 19.40





MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI
                                              

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
“Seminar Problematika Pendidikan Matematika”


Dosen Pembimbing :
Ummu Sholihah, M.Si
NIP.19800822 200801 2 018




 
















Disusun oleh:
Jurusan/Prodi: Tarbiyah/PMT V_D
                                        
µ Riyadu Sulaiman            (3214103122)




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

(STAIN) TULUNGAGUNG

September 2012



  1. Selayang Pandang Model Pembelajaran

Rendahnya mutu pendidikan Matematika di Indonesia tidak terlepas dari proses yang dijalankan guru dalam kelas. Hal ini sesuai dengan Soedjadi (2001) yang menyatakan bahwa proses dan hasil pengajaran adalah dua hal yang tidak bisa berdiri sendiri akan tetapi keduanya saling mempengaruhi satu sama lain.
Padahal, dalam dunia yang semakin kompleks ini, pada diri setiap orang semakin dituntut adanya kemampuan berpikir yang tinggi dan kreatif, kepribadian yang jujur dan mandiri (berjiwa independen), dan sikap yang responsif terhadap perkembangan-perkembangan yang terjadi di lingkungannya atau di dalam masyarakat (NCTM, 1989; National Research Council, 1989). Hal ini berlaku di banyak negara, termasuk Indonesia, terlebih-lebih dalam era sekarang ini, di mana demokrasi, hak-hak asasi manusia, dan otonomi dalam berbagai tataran (individu, kelompok, masyarakat, dan daerah) semakin dianggap penting.
Ibarat pakaian yang penuh variasi lengkap dengan berbagai corak warna dan modelnya, semua itu adalah dengan tujuan agar si pemakai merasa nyaman, aman, terlindung, juga agar merasa percaya diri dan dihargai/dihormati orang lain. Orang lain yang memandang cara berpakaian pun akan merasa senang, simpati, bahkan mungkin tertarik akan performa dan potongan/model pakaian tersebut. Maka secara lugas dapat dikatakan bahwa tujuan daripada berpakaian sudah tercapai. Demikian juga dengan pembelajaran. Banyak ragam strategi pembelajaran, pendekatan, metode pembelajaran dan juga model pembelajaran.
Tujuan dilaksanakannya berbagai macam strategi pembelajaran, metode pembelajaran dan model pembelajaran adalah agar guru/pendidik lebih mudah, lebih efektif dan efisien dalam menerapkan suatu pembelajaran sehingga apa yang menjadi tujuan pembelajaran akan mudah tercapai secara maksimal. Bagi peserta didik akan menimbulkan perasaan senang, termotivasi, tertantang sehingga pembelajaran pun menjadi lebih bermakna dan PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan).
Tidak ada lagi pembelajaran yang monoton dan menjemukan. Khusus model pembelajaran, ternyata jumlahnya cukup banyak. Hal ini karena selalu ada inovasi-inovasi baru yang dilakukan oleh kalangan guru/pendidik, ahli pendidikan dan kaum cerdik cendikiawan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Efektif  atau tidaknya suatu model pembelajaran diterapkan, tidak ditentukan oleh kecanggihan suatu model pembelajaran saja, karena pada prinsipnya tidak ada satu model pembelajaran pun yang terbaik. Model pembelajaran yang terbaik adalah model pembelajaran yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai.
Yang menjadi pertanyaan adalah, apa yang perlu dilakukan agar pembelajaran matematika di sekolah dapat memotivasi siswa untuk belajar matematika dan mampu mendidik para siswa sehingga mereka bisa tumbuh menjadi orang-orang yang mampu berpikir secara mandiri dan kreatif, berkepribadian mandiri, dan mempunyai kemampuan dan keberanian dalam menghadapi masalah-masalah dalam kehidupan mereka? Jika pembelajaran matematika di sekolah-sekolah kita dapat mengupayakan terbentuknya siswa dengan karakteristik seperti itu, berarti pembelajaran matematika di sekolah kita telah memberikan sumbangan yang besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dari sekian model pembelajaran, berikut penulis sampaikan salah satu contoh model pembelajaran yakni model pembelajaran Artikulasi.



  1. Pengertian Model Pembelajaran Artikulasi

Artikulasi atau articulate, terjemahan dalam kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai hal yang nyata, sesuatu yang benar diujarkan.
Model pembelajaran Artikulasi merupakan model Pembelajaran yang prosesnya seperti pesan berantai, artinya apa yang telah diberikan Guru, seorang siswa wajib meneruskan menjelaskannya pada siswa lain (pasangan kelompoknya). Di sinilah keunikan model pembelajaran ini. Siswa dituntut untuk bisa berperan sebagai “penerima pesan” sekaligus berperan sebagai “penyampai pesan”.
Dalam model pembelajaran ini siswa dituntut aktif dalam pembelajarannya, dimana siswa dibentuk menjadi kelompok kecil yang masing-masing siswa dalam kelompok tersebut mempunyai tugas mewawancarai teman kelompoknya tentang materi yang baru dibahas. Konsep pemahaman sangat diperlukan dalam metode pembelajaran ini.

F Perbedaan Model Pembelajaran Artikulasi dengan Model Pembelajaran Lain

Model pembelajaran artikulasi tentu memiliki beberapa perbedaan dengan  model pembelajaran lainnnya. Tetapi model artikulasai dapat digunakan dengan memadukan model ini dengan model yang lain. Contohnya : “Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Artikulasi”  
Perbedaan model artikulasi ini dengan model  lainnya adalah penekanannya pada komunikasi anak kepada teman satu kelompoknya karena disana ada proses wawancara pada teman satu kelompoknya, serta cara tiap anak menyampaikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain, karena, setiap anak memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat kelompoknya. Kelompok dalam artikulasipun biasanya hanya terdiri atas dua orang yakni dalam satu kelompok terbentuk atas teman satu mejanya.

F Karakteristik Model Pembelajaran Artikulasi
Karakter yang ada pada diri siswa setelah proses belajar dengan menggunakan model artikulasi ini adalah sebagai berikut :
®   Siswa menjadi lebih mandiri  
®   Siswa bekerja dalam kelompok untuk menuntaskan materi belajar . 
®   Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu
®   Terjadi interaksi antar siswa dalam kelompok kecil
®   Terjadi interaksi antar kelomppok kecil yang satu dengan lainnya.
®   Tiap siswa mempunyai kesempatan berbicara atau tampil dimuka kelas untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok mereka

Artikulasi juga merupakan model pembelajaran dengan sintaks: penyampaian kompetensi, sajian materi, bentuk kelompok berpasangan sebangku, salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian, presentasi di depan hasil diskusinya, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan.

F Langkah-langkah Aplikasi/Sintaks Model Pembelajaran Artikulasi
Ü  Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
Ü  Guru menyajikan materi sebagaimana biasa.
Ü  Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang.
Ü  Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya.
Ü  Menugaskan siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
Ü  Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa.
Ü  Kesimpulan/penutup.

  1. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Artikulasi

Pada setiap teori-teori yang dikemukakan oleh berbagai pendapat ahli mengenai kegiatan suatu pembelajaran. Pasti memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai sehingga muncul kelebihan-kelebihan dari metode pembelajaran tersebut dari metode pembelajaran lainnya, yang pasti disamping terdapat kelebihan pada metode tersebut aka nada pula kelemahan dari metode belajar tersebut. Begitu pula dengan pembelajaran dengan menggunakan metode artikulasi.

F Berikut ini adalah kelebihan maupun kekurangan dari model Pembelajaran Artikulasi:
                                                                                                                          
Q  Kelebihan Model Pembelajaran Artikulasi:
'  Semua siswa terlibat (mendapat peran)
'  Melatih kesiapan siswa
'  Melatih daya serap pemahaman dari orang lain
'  Cocok untuk tugas sederhana
'  Interaksi lebih mudah
'  Lebih mudah dan cepat membentuknya
'  Meningkatkan partisipasi anak

Q  Kelemahan model Pembelajaran Artikulasi:
                                                      
Ö Untuk mata pelajaran tertentu
Ö Waktu yang dibutuhkan banyak
Ö Materi yang didapat sedikit
Ö Banyak kelompok yang melapor dan perlu dimonitor
Ö Lebih sedikit ide yang muncul




 KESIMPULAN

Model pembelajaran artikulasi adalah model pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran normal di dalam kelas yang bersifat formal dan dapat pula dilaksanakan pada kegiatan belajar khusus seperti pembelajaran pada anak-anak tuna rungu.
Model artikulasi dalam proses pembelajaran pada kelas-kelas yang umum, merupakan model yang prosesnya seperti pesan berantai, artinya apa yang telah diberikan Guru, seorang siswa wajib meneruskan menjelaskannya pada siswa lain (pasangan kelompoknya). Siswa dituntut untuk bisa berperan sebagai ‘penerima
pesan’ sekaligus berperan sebagai ‘penyampai pesan.’

F Saran
Sebagai calon pendidik sebaiknya telah memahami strategi pembelajaran ataupun metode yang ada, sehingga dalam kegiatan pembelajaran nantinya, guru dapat menggunakan metode yang tepat dalam kegiatan pembelajaran serta dapat melakukan berbagai variasi metode pembelajaran, agar siswa dapat aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011 Pengertian Artikulasi.
Susanti, R.D. 2010. Strategi Pembelajaran Kimia. Graha Ilmu; Yogya
Hipnie, Rohman. 2011. Karakter dan Unsur-Unsur Pembelajaaran.
Sadjaah, Edja. Layanan dan Latihan Artikulasi Anak Tunarungu. 2003. San Grafika: Bandung.
http://herdy07.wordpress.com/tag/model-pembelajaran-artikulasi/ diakses pada tanggal 21/09/2012 pukul 09.30 WIB
http://wyw1d.wordpress.com/2009/11/06/model-pembelajaran-artikulasi/ diakses pada tanggal 21/09/2012 pukul 09.15 WIB

Blog, Updated at: 19.40

0 komentar:

Posting Komentar

Guna Pengembangan Blog ini admin mohon komentarnya_terimakasih.